HOME PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 3 Desember 2021
Sospoltan BEM KM FP Unand Gelar Webinar Berjudul "Sumbar Darurat Kejahatan Seksual"
Padang (Minangsatu) - Sosial Politik Pertanian Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Sospoltan BEM KM FP Unand) mengggelar webinar nasional terkait kejahatan seksual di Sumatra Barat dengan menghadirkan Psikolog dan Menteri Pergerakan Perempuan , Kamis (02/12/2021).
Septi Mayang Sari, Psikolog RS Pendidikan Unand menyampaikan berbagai jenis kekerasan yang terjadi. Selain kekerasan terhadap fisik, yang juga sering terjadi adalah kekerasan seksual berupa eksploitasi anak untuk pemenuhan seksual orang dewasa yang dikenal atau tidak. Kemudian kekerasan terhadap psikologis atau emosional korban, juga menelantarkan dengan tidak memenuhi hak-haknya.
Beberapa dampak psikologis yang terdata berupa sosial emosional dan perilaku. "Perlu adanya penanganan cepat, agar kejahatan dan moral yang terdegradasi seperti ini tidak terus terjadi", tuturnya.
"Khusus untuk anak, imun yang baik harus ditanamkan sedini mungkin. Sebagai orang tua harus memberikan peran terbaik untuk anak, kemudian tidak mengabaikan arahan agama sebagai pondasi terkuat untuk membangun imun yang sehat bagi anak", tambahnya menjelaskan.
Zakiyah Darajat, Koordinator Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesi (SI) menyampaikan kasus yang terjadi di Ranah Minang rasanya tidak pantas terjadi. Karena ini akan merusak mental generasi untuk Indonesia Maju pada tahun 2045.
Pada webinar yang mengusung kasus kejahatan dan solusi yang tepat atas ancaman moralitas kali ini, Zakiyah menyampaikan bahwa mencari orang dan lingkungan yang tepat adalah sebuah keharusan. Karena tidak mungkin dengan segenap traumatis atas kejadian di masa lampau, membuat generasi dipenuhi ketakutan untuk menyambut masa depannya.
"Untuk kasus yang terjadi di kampus juga harus segera dituntaskan. Dengan membentuk layanan pengaduan pada setiap fakultas sebagai bantuan hukum, psikologis dari pakar serta penanganan dengan cepat dan tepat", pungkasnya.
Kemudian Fathur, salah satu peserta webinar yang di moderatori oleh Widya Eka Putri, menyampaikan pendapatnya bahwa semua kasus ini terjadi karena masih banyak masyarakat Indonesia yang gagal faham terkait sila pertama pada Pancasila.
" Untuk itu perlu adanya upaya lebih jauh dalam memahami konteks sebuah aturan agar moralitas tetap tetap terjaga," paparnya.
Editor : melatisan
Tag :#Webinar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT IMPLEMENTASI PROGRAM STRATEGIS DAERAH LEWAT KERJA SAMA DENGAN TMII DAN PERGURUAN TINGGI
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT IMPLEMENTASI PROGRAM STRATEGIS DAERAH LEWAT KERJA SAMA DENGAN TMII DAN PERGURUAN TINGGI
-
GUBERNUR MAHYELDI DAMPINGI WAMENDIKDASMEN RESMIKAN REVITALISASI SEKOLAH DI PADANG
-
GUBERNUR MAHYELDI DAMPINGI MENKO MUHAIMIN ISKANDAR, LEPAS RIBUAN MAHASISWA UNP KKN KE WILAYAH TERDAMPAK BENCANA
-
GUBERNUR SUMBAR TERIMA KUNJUNGAN PPIM TERENGGANU DALAM PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI